“Karena kan insulin hanya ada pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Padahal pemberian insulin lebih bagus dan efisiensi dana pada JKN apabila dilakukan pada tingkat pertama," tuturnya.
Ketika pasien diabetes mendapat insulin dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, tentu biayanya akan lebih murah dibanding ke rumah sakit rujukan.
"Belum lagi kalau berbicara akses, di mana fasilitas kesehatan pertama pasti kan dekat dengan tempat tinggal mereka. Jadi, mereka tidak perlu bolak-balik pergi yang jauh ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk mendapatkan insulin," ucapnya.
Menurut Prof Budi, dengan adanya akses pemberian insulin dari fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan dampak positif pada pasien diabetes.
“Mereka akan lebih disiplin dalam melakukan pengobatan. Jadi, diabetes yang mereka derita dapat lebih mudah terkontrol dan bisa mencegah terjadinya komplikasi, seperti penyakit jantung, ginjal kronik, hipertensi, stroke,” kata Prof Budi.
(Leonardus Selwyn)