PENYAKIT kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama yang terjadi di Indonesia dengan beban pembiayaan tinggi. Mirisnya, 70 Persen dari penderita kanker yang datang ke rumah sakit biasanya sudah memasuki stadium akhir.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof dr Dante Saksono Harbuwono menjelaskan untuk memerangi kondisi ini tentu memerlukan upaya strategi. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen memperkuat deteksi dini terhadap empat jenis kanker yang biasa terjadi di Indonesia seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker rahim, dan kanker serviks.
“Deteksi dini yang lebih baik akan berdampak pada mortlitas yang turun, kematian yang turun pada pasien, keberhasilan pengobatan dan tentu saja biaya yang lebih murah,” kata Prof Dante, dikutip dalam keterangan resmi Kemenkes, Senin (18/12/2023).
Menurutnya, dengan memperkuat deteksi dini, maka pilar-pilar kesehatan pada transformasi kesehatan juga akan sejalan. Oleh karena itu, upaya pertama seperti melalui vaksinasi HPV sejak dini diperlukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
“Kini sudah menjadi program nasional untuk vaksinasi wajib bagi anak-anak, wanita, dan anak usia 11-12 tahun,” ucap Prof Dante.
Lebih lanjut, adapun upaya lain dalam melakukan deteksi dini yaitu melalui skrining yang dibiayai oleh BPJS untuk berbagai jenis kanker. Tidak lupa Prof Dante juga menyampaikan bahwa Kemenkes akan memperbanyak laboratorium untuk menjadi bagian dari penanganan kanker.