Lebih lanjut, dr Dicky mengatakan jika melihat dari riset-riset yang telah dilakukan, virus Covid-19 memang memiliki mutasi cepat, dan menunjukkan kemampuannya yang lebih baik lagi dalam menginfeksi, lalu menyebar dan membuat benteng imunitas seseorang tertembus oleh virus tersebut.
“Jadi makin kesini, dengan sub varian yang ada berkembang terus. Nah kombinasi itu lah yang menyebabkan gelombang itu akhirnya terjadi. Berarti prinsipnya ada bahan bakarnya, ada kayu bakarnya,” ucap dr Dicky.
Artinya, populasi rawan seperti lansia, bayi baru lahir, dan kelompok dengan komorbid dalam menjaga imunitasnya masih belum baik, dan itu yang perlu ditingkatkan kembali oleh pemerintah. Karena apabila kondisi ini dibiarkan kelompok dengan risiko tinggi itu akan membuat lonjakan terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.
(Leonardus Selwyn)