PENUAAN tak hanya terjadi pada usia dan kulit. Seluruh organ dan sistem tubuh manusia mengalaminya penuaan, termasuk sistem kekebalan atau imunitas tubuh.
Namun secara alami, tubuh kita melalui proses yang disebut regenerasi, di mana jaringan dan sel memperbarui diri dan memperbaiki berbagai kerusakan akibat cedera, inflamasi, infeksi, hingga proses penuaan. Namun, proses tersebut sering mengalami gangguan sehingga kerusakan sel kulit terus terjadi.
BACA JUGA:
Dokter Chandra Lohisto, Founder dari StayBeauty Signature menjelaskan, lewat riset dan pengembangan ada berbagai cara untuk mengatasi problem penuaan. Lewat teknologi seperti terapi biotech yang berfokus pada percepatan regenerasi sel dan jaringan kulit.
"Terapi bisa jadi perawatan revolusioner yang menggabungkan teknologi dengan sisi estetika. Terapi ini menstimulasi kemampuan alami tubuh memperbaiki diri, dengan merangsang pertumbuhan sel-sel baru dengan cara ekstraksi dan kultivasi sel yang sudah ada. Proses ini membantu mengganti sel-sel tua dan rusak dengan sel baru yang lebih segar, sehat dan membantu restorasi sel secara menyeluruh," ujarnya.
"Terapi cell regen adalah terapi regeneratif, terapi anti aging dengan metode yang optimum untuk hasil yang benar-benar maksimal. Safety dan manfaat dari pada cell regen sudah pasti kita prioritaskan," kata Dokter Chandra.
Keamanan terapi ini tak perlu diragukan karena sudah terbukti puluhan tahun dan punya rekam jejak yang baik di Amerika. Oleh sebab itu pula mengapa terapi tersebut kini diadopsi di Indonesia.
"Terapi ini sudah digunakan di Amerika sejak 35 tahun lalu. Cell regen ini punya safety records sangat baik makannya kita adopsi di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan, cell regen sejatinya adalah stem cell. Namun, ada perbedaan paling mendasar yakni tidak menggunakan sel hidup.
Selain itu, keunggulannya soal biaya penanganannya yang relatif lebih terjangkau ketimbang stem cell serta dapat digunakan oleh orang segala usia.
"Cell regen adalah stemp cell berbasis tidak sel. free cell. Sel Regen ini seperti kita misalnya makan sayur kita hanya mengambil vitamin saja, artinya apa? Keamanannnya jauh lebih bagus, dan ini jauh lebih terjangkau daripada stemp cell. Dan semua bisa pakai," paparnya.
Chandra menambahkan, pada umumnya perawatan gunakan Cell Regen dilakukan satu sampai dua tahun sekali sama seperti pada stem cell. Namun demikian, dalam terapi Cell Regen tidak diperlukan serentetan tes seperti laboratorium testing.
BACA JUGA:
Terapi bisa membantu perbaikan dan regenerasi kulit sebagai stimulator kolagen. Produksi kolagen yang meningkat dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit, juga mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi selulit.