Dia pun memberi contoh pada kasus percobaan bunuh diri yang pernah ditanganinya. Ketika perempuan merasa sedih hingga depresi, dia memiliki energi lain yang lebih besar dari itu. Hal itu yang membuat perempuan menghilangkan keinginan untuk bunuh diri.
"Kadang kalau lagi sedih dan down nggak semangat melakukan apapun, tapi the same time perempuan ada energi untuk melakukan sesuatu," katanya.
Namun berbeda dengan laki-laki yang cenderung jarang cerita sehingga menyimpan kesedihannya sendiri. Hal ini juga terkait pada kecenderungan seorang patriarki sehingga menganggap laki-laki harus kuat, tidak boleh sedih, dan tidak boleh nangis.
"Padahal dia juga memiliki masalah hanya saja nggak menunjukkan emosional problem sehingga ada percobana bunuh diri," katanya.
(Leonardus Selwyn)