Begini Cara Mencegah Pneumonia pada Anak, Bunda Wajib Baca

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 18:08 WIB
Anak kena pneumonia. (Foto: Freepik)
Share :

PNEUMONIA merupakan penyakit yang menyerang paru-paru manusia dan bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Bakteri Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan virus pernapasan syncytial masuk melalui pernapasan atau secara aspirasi (terhirup) secara tidak sengaja, lalu memicu respon imun tubuh dan menyebabkan reaksi peradangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, pneumonia membunuh 740.180 anak di bawah usia 5 tahun pada 2019, terhitung 14 persen dari semua kematian anak di bawah lima tahun, dan 22 persen dari semua kematian pada anak berusia 1 hingga 5 tahun.

 

Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Cynthia Centauri, Sp.A mengatakan, anak yang terkena pneumonia umumnya merasakan gejala dan tanda seperti batuk, sesak yang ditandai dengan napas cepat, adanya tarikan dada, napas cuping hidung, tampak biru, penurunan saturasi oksigen. Napas cepat pada anak bisa dilakukan melalui pengukuran frekuensi pernapasan dalam satu menit.

 BACA JUGA:

Gejala lainnya yang umum timbul yakni pasien sulit makan dan minum, kesadaran menurun yang ditandai dengan lebih banyak tidur atau tampak lemah, demam atau hipotermia, kejang, suara nafas tambahan, dan gejala penyerta lain seperti diare, muntah dan sebagainya.

Lalu bagaimana cara mencegah anak kena pneumonia?

Mencegah pneumonia pada anak dapat dilakukan melalui pemberian nutrisi yang cukup untuk meningkatkan pertahanan alami anak dan dapat dimulai dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, melakukan imunisasi yang lengkap, memberikan nutrisi yang baik.

Upaya pencegahan lainnya yakni mengatasi faktor lingkungan seperti polusi udara dalam ruangan (dengan menyediakan kompor dalam ruangan bersih yang terjangkau, misalnya) dan mendorong kebersihan yang baik di rumah yang ramai juga mengurangi jumlah anak yang jatuh sakit dengan pneumonia.

 BACA JUGA:

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc.(TropPaed) memandang pentingnya imunisasi dalam upaya mencegah pneumonia.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya imunisasi dapat melindungi tubuh dari risiko terkena infeksi berat, dilakukan dengan cara diberikan atau diinfeksikan dengan kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan.

Dengan diberikan imunisasi, seakan-akan tubuh mengalami infeksi dan belajar menghadapi infeksi, sehingga lebih siap bila terpapar dengan kuman yang sesungguhnya. Nina menekankan, imunisasi termasuk hak setiap anak yang dibutuhkan dalam hidupnya.

“Vaksinasi memiliki manfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak yang rentan tertular penyakit, mencegah anak tertular penyakit tertentu, dan meningkatkan kualitas hidup anak,” tutur Nina.

Dikutip dari Antara, vaksin pneumonia dapat diberikan kepada bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), vaksin ini memiliki tingkat efektivitas hingga 96 persen dalam hal melindungi anak-anak dari penyakit pneumonia.

Berbicara efek samping, umumnya ditemui anak menjadi rewel, kelelahan, nafsu makan menjadi menurun, ada kemerahan, bengkak, atau nyeri di daerah tempat penyuntikan, demam, menggigil dan nyeri kepala.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya