Sebelumnya pada Juli lalu, seorang wisatawan asal Australia memuji warga lokal Bali di media sosial karena sudah mengingatkannya soal maraknya aksi penipuan semacam itu, sehingga banyak wisatawan lainnya menceritakan bagaimana mereka juga telah ditipu.
“Saya menggunakan (money changer) untuk memeriksa uang itu sebanyak tiga kali dan kemudian di hari itu, sopir saya menyuruh cek ulang uang tersebut. Saya pun tidak percaya, jumlahnya jadi jauh lebih sedikit,” sebut wanita tersebut pada Grup Facebook Bogan.
Beruntung baginya, setelah menyadari bahwa dia telah ditipu, sang sopir langsung bertindak. “Sopir saya mengantar saya kembali ke orang itu, dan menyuruhnya mengembalikan uang saya atau dia akan memanggil polisi," kata turis tersebut.
(Foto: News.com.au)
"Dia (sopir) yang terbaik. Dia melihat hal ini terjadi sepanjang waktu. Ini adalah salah satu alasan bagus untuk memiliki sopir pribadi selama Anda menginap," saran wanita itu.
Karena ketakuta, si operator money changer tadi pun mengembalikan uangnya dan meminta mereka segera pergi.
Seorang pelancong asal Australia menyarankan setiap turis asing yang menukarkan uangnya di money changer untuk tidak membiarkan operator penukar uang menyentuh uang setelah dihitung, seraya harus memastikan uangnya rata di meja.
Sedangkan netizen merekomendasikan untuk lebih 'bermain aman' dengan pergi ke bank, hotel, atau tempat penukaran uang yang menunjukkan izin usaha dan lisensi yang masih berlaku.
(Rizka Diputra)