WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan bahwa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2045 karena 60 persen penduduknya berusia produktif antara 15-60 tahun.
Menurut Angela Tanoesoedibjo, generasi muda harus didorong untuk terus berbuat yang terbaik dan berkarya demi membawa Indonesia keluar dari perangkap pendapatan menengah atau middle income trap, seperti yang dilakukan Korea Selatan (Korsel) yang kini jadi negara maju dengan middle income trap mencapai USD11.820.
"Korsel ini setelah perang mereka juga miskin banget, GDP perkapita sekitar USD63.000. Tiba-tiba tahun 70-an sudah di atas Indonesia," ujar Angela Tanoesoedibjo di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2023).
BACA JUGA:
"Padahal startnya kurang lebih sama, ternyata dia keluar dengan cara revolusi industri, mendorong SDM unggul dan sekarang inovasi teknologi," sambungnya.
Angela mengatakan bahwa Korsel mempunyai pendapatan perkapita setiap individu rata-rata mencapai USD33.000. Angka ini jauh meninggalkan Indonesia yang hanya berkisar di antara USD4.500.
Dia menilai bahwa gate sangat jauh, sehingga perlu sinergitas antara pemerintah, stakeholder terkait serta masyarakat, demi keluar dari middle income trap.
Sesuai dengan target pemerintah, 2045 pertumbuhan ekonomi harus sebesar 6-7 persen, serta didukung stabilitas makro ekonomi dan keuangan yang stabil.
BACA JUGA:
"Kalau kita bandingkan Indonesia dan Korsel hari ini pendapatan perkapita per orang rata-rata sudah mencapai USD33.000 sedangkan Indonesia diatas USD.4.500 jadi gate-nya sangat jauh,"papar Angela.
Kendati demikian, Angela menyebut bonus demografi Indonesia diperkirakan akan bertahan 10 - 20 tahun kedepan. Sehingga ia berharap bonus demografi ini, betul-betul dimanfaatkan agar Indonesia keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju nantinya.
"Kalau Indonesia 7 tahun dari sekarang, kita akan berakhir sekitar tahun 2040. 17 tahun dari sekarang, jadi bukan waktu yang panjang. Saya rasa ini sangat relevan, karena forum kepemudaan dan anak, mungkin ada departemen - departemen lain tetapi menurut saya ini paling penting,"tutur Angela.
(Salman Mardira)