“Dan hasil studi kami yang terbaru untuk populasi genetik di seluruh dunia, populasinya itu jika ternyata hampir bisa kita katakan Aedes Aegypti dimana-mana itu populasinya sama,” tuturnya.
Oleh karena itu, Triwibowo kembali menyampaikan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir apalagi beranggapan jika teknologi nyamuk berwolbachia ini akan menimbulkan potensi. Karena dari basis perbedaan hasil yang didapat, populasi Aedes Aegypti telah dilakukan intervensi.
(Leonardus Selwyn)