SUKU Aztec dikenal juga sebagai Mexica, merupakan sekelompok yang mendirikan peradaban di dataran tinggi Meksiko pada abad ke-13. Mereka adalah sekelompok nomaden yang berasal dari Aztlan, di Meksiko Utara.
Kedatangan mereka diyakini akibat runtuhnya peradaban di Mesoamerika, yaitu kawasan Toltec. Kemudian pada tahun 1325 Masehi, suku ini membangun kehidupan di sekitar kawasan Danau Texcoco.
Mereka melakukan proses pengeringan tanah dan menciptakan pulau buatan untuk dijadikan perkebunan dan pondasi, untuk ibu kota mereka yang disebut Tenochtitlan.
Suku Aztec menganut kepercayaan kepada para dewa, seperti Huitzilopochtli atau dewa perang, dan Tlacloc atau dewa hujan, serta kepada Quetzalcoatl atau dewa kebijaksanaan.
Mereka bertahan hidup dengan bertani, memancing, dan berburu hewan seperti ular, kalkun, dan sebagainya.
(Foto: Unsplash/Perry Grone)
Pada abad ke-16, suku Aztec mengalami perkembangan dan membangun sebuah sistem irigasi yang modern.
Bahkan, penduduk suku ini yang memperkenalkan kalender dan mengembangkan tulisan hieroglif. Tetapi pada tahun 1521, peradaban suku ini berakhir, karena dikalahkan oleh bangsa Spanyol di bawah pimpinan Hernan Cortes.
Selain itu, keruntuhan Aztec disebabkan juga karena serangan militer, penyebaran penyakit, dan adanya aliansi dengan suku pribumi setempat.
Namun, suku ini memiliki seni dan dan arsitektur yang menawan, seperti ukiran kayu, tembikar, kompleks kuil, piramida, dan sebagainya.
Mereka juga memiliki sebuah tradisi unik, yakni dengan menumbalkan nyawa manusia untuk dipersembahkan kepada dewa.
Salah satunya, ritual pengorbanan anak yang dipersembahkan kepada dewa hujan atau Tlaloc, yang dilakukan saat musim semi.
(Foto: Unsplash/@Girl with red hat)
Ada juga ritual dengan menumbalkan seorang gadis perawan kepada Dewi Xochipilli, di mana dalam proses ritual ini kaki korban akan disilangkan dan jantung mereka akan dikeluarkan, dan ritual mengerikan lainnya.
Meski begitu, seperti telah dijelaskan di atas, bahwa keberadaan Suku Aztec ini menjadi bukti nyata dari peradaban mereka di masa lampau, yang meninggalkan artefak seni, piramida, dan kuil yang mengagumkan dan akan tetap dikenang masyarakat dunia.
(Rizka Diputra)