APA jadinya jika Anda berbagi kasur atau tempat tidur dengan orang yang tidak dikenal? Canggung bisa, malu apa lagi. Tapi itu ternyata tidak berlaku buat warga Toronto, Kanada. Mereka justru rela berbagi setengah kasur atau tempat tidur mereka untuk orang lain. Tentu asal dibayar dengan sejumlah uang.
Mengutip dari Livemint, Kamis (23/11/2023), informasi tersebut pertama kali terungkat saat kreator konten asal Kanada, Anya Ettinger merespons sebuah status unik yang muncul di lini masa Facebook miliknya.
Status itu berisi penawaran yang sangat tidak biasa. Penulis status membuka kesempatan kepada semua orang yang memang ingin berbagi kasur dengan dirinya. Pasalnya menurut dia kasur yang dia miliki terlalu besar untuk ditiduri sendiri.
BACA JUGA:
"Saya sudah pernah melakukan ini sebelumnya juga dengan pengguna Facebook lainnya dan berlangsung dengan baik," ungkap penulis status tersebut.
Hanya saja berbagi kasur itu tidak gratis. Mereka yang tertarik menyewa setengah tempat tidur itu harus membayar sebesar CAD900 atau setara Rp10,1 juta per bulan.
Tawaran dan biaya itu justru dilihat Anya Ettinger sangat memprihatinkan. Dia paham saat ini harga rumah, sewa apartemen, atau menyewa rumah jadi hal yang menyulitkan buat warga Toronto, Kanada. Pasalnya harganya benar-benar sangat mahal.
BACA JUGA:
Sampai-sampai untuk menyewa setengah kasur saja harganya bisa sampai Rp10,1 juta per bulan. "Tidak heran jika banyak orang benci tinggal di sini," keluhnya.
Situs Mint menyebutkan berdasarkan data dari situs lokal penyewaan di Kanada saat ini biaya rata-rata sewa satu kamar di Toronto, Kanada memang sangat tinggi karena mencapai CAD2.614 per bulan atau setara Rp29,5 juta.
Dari situ tidak heran jika banyak orang yang menetap di Toronto memilih untuk patungan untuk menyewa kamar. Namun baru kali ini ada yang kepikiran untuk menyewakan setengah kasur untuk tidur.
(Salman Mardira)