Dikutip dari Antara, terkait efek gigitan, senada dengan Doni, peneliti bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Universitas Gadjah Mada Prof DR Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD menuturkan, efeknya sama hal seperti gigitan nyamuk lainnya, efeknya bisa bentol atau tidak.
"Saat menggigit manusia, maka efek sampingnya merupakan efek gigitan nyamuknya (bukan Wolbachia-nya) dan ini bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Ada yang bentol-bentol dan ada yang juga tidak," tutur dia.
Lalu, mengenai karakteristik nyamuk Aedes aegypti dengan Wolbachia, ini sama dengan nyamuk Aedes di alam termasuk dari sisi resistensi terhadap insektisida. Dia berpendapat nyamuk memiliki tingkat resistensi terhadap insektisida yang sama seperti nyamuk di alam.
(Dyah Ratna Meta Novia)