IBU hamil harus menjaga asupan makanannya. Sebab, makanan yang dikonsumsi oleh seorang ibu menjadi makanan untuk bayi dalam kandungannya. Ketika ibu hamil mengonsumsi makanan manis berlebihan tidak dapat dipungkiri jika dirinya akan terkena risiko diabetes.
Namun, apakah penyakit tersebut juga akan menular kepada anaknya?
Aman Bhakti selaku Project Lead Changing Diabetes in Children (CDiC) dan Direktur Eksekutif International Pediatrics Association menegaskan diabetes tipe satu tidak berkaitan dengan kehamilan.
"Untuk tipe satu tidak terkait dengan hamil," ucap Aman Bhakti dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu.
Walaupun demikian, masih ada kemungkinan bayi dalam kandungan akan terkena diabetes tipe 2. Sebab, apa yang dimakan oleh seorang ibu akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dalam kandungannya.
"Tapi terkait dengan tipe dua. Jadi kesehatan bayi itu tergantung kejadian apa sejak dalam kandungan,” tutur Aman Bhakti.
Untuk itu, ibu hamil harus mengonsumsi asupan makanan yang tepat agar janin dalam kandungannya pun dapat tumbuh sebagaimana mestinya.
“Bayi ini sebaiknya tidak lahir kekurangan berat badan (2,5kg) dan tinggi badan (4,8 cm)," tutur Aman.
Selain itu, terlalu banyak makan manis hingga menyebabkan gula darah meningkat selama kehamilan bisa menyebabkan kelahiran secara sesar dan meningkatkan risiko bayi dilahirkan terlalu besar dan mengalami obesitas atau diabetes tipe 2 di masa depan.
“Bayi yang lahir tidak lebih dari empat kilogram untuk berat badannya. Harusnya dikontrol sangat pertumbuhannya,” ucap Aman Bhakti.