CALON Presiden Ganjar Pranowo baru-baru ini mengunjungi warung kopi legendaris di Kisaran, Kabupaten Asahan dalam rangkaian safari politiknya di Sumatera Utara.
Ganjar Pranowo yang dikenal sebagai Capres 2024 menjadwalkan kunjungan ke Asahan. Di antara berbagai kedai kopi yang ada di sana, salah satu yang menarik perhatian adalah Kopi Chong Bie yang telah beroperasi sejak tahun 1950.
Dalam kunjungannya, Ganjar Pranowo tidak hanya menikmati secangkir kopi panas di Kopi Chong Bie tetapi juga aktif belajar meracik kopi secara tradisional. Ia terlihat menyeduh dan menyaring kopi, sambil berbincang santai dengan pemilik kedai.
"Ini di Kopi Chong Bie dan ini kopinya yang sangat khas. Jadi, cara buatnya pakai penyaring, dan yang enak katanya ini kopi susu," ungkap Ganjar Pranowo.
BACA JUGA:
Pilihan kopi yang dinikmati oleh Ganjar Pranowo adalah kopi susu panas, yang ia nikmati bersama roti bakar srikaya yang manis. Dalam videonya, Ganjar Pranowo terlihat sangat menikmati kesegaran kopi susu tersebut sambil berinteraksi dengan pemilik kedai.
Kedai kopi yang telah berusia 73 tahun ini, dari generasi ke generasi, berhasil mempertahankan keunikan dan cita rasa khasnya. Hal ini disampaikan oleh sang pemilik yang menyatakan, "Oh dari awal tahun 1950, dari nenek, (sekarang) generasi ketiga."
Ganjar Pranowo di Warung Kopi Chong Bie Asahan
Namun, Indonesia memiliki banyak warung kopi legendaris yang menawarkan pengalaman unik dan cita rasa istimewa.
Berikut adalah rekomendasi 5 tempat kopi legendaris di Indonesia:
BACA JUGA:
5 Tempat Kopi Legendaris di Indonesia
Dalam dunia kopi Indonesia yang kaya akan tradisi dan keunikannya, terdapat 5 tempat kopi legendaris yang telah memikat hati para pecinta kopi.
Mari kita simak lebih dekat tentang tempat-tempat kopi yang tak hanya menghadirkan cita rasa kopi yang istimewa, tetapi juga mengusung sejarah panjang.
1. Warung Kopi Solong - Banda Aceh
Berdiri sejak tahun 1974 di Ulee Kareng, Banda Aceh, Warung Kopi Solong menjadi tempat nongkrong yang hits dan legendaris. Dengan menu andalan kopi hitam dan kopi sanger, Warung Kopi Solong menyajikan pengalaman nikmat yang memadukan rasa pahit dan manis.
Harganya terjangkau, mulai dari Rp 7.000 per gelas, dan menyediakan bubuk kopi sebagai oleh-oleh. Buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 11 malam.
BACA JUGA:
2. Warung Kopi Purnama - Bandung
Terletak di wilayah Braga, Bandung, Warung Kopi Purnama telah menjadi ikon klasik sejak tahun 1930. Sebelumnya dikenal sebagai "Chang Chong Se," namun pada tahun 1966 berubah menjadi Kopi Purnama.
Menu andalannya adalah kopi susu panas dan es kopi susu dengan kisaran harga Rp 16.000 - Rp 19.000 per gelas. Buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam.
3. Kopi Chong Bie - Kisaran, Asahan, Sumatera Utara
Kedai kopi ini, yang telah berusia 73 tahun, baru-baru ini mendapat perhatian setelah dikunjungi oleh Ganjar Pranowo.
Terletak di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara, Kopi Chong Bie menawarkan beragam menu, termasuk kopi susu, kopi ginseng, dan racikan teh yang lezat. Dengan suasana yang khas, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati kopi. Buka setiap hari.
4. Kedai Kopi Kim Teng - Senapelan, Pekanbaru
Sejak tahun 1950-an, Kedai Kopi Kim Teng telah menjadi surganya pecinta kopi di Pekanbaru. Dikelola oleh generasi ketiga keluarga Kim Teng, kedai ini menyajikan kopi susu dengan racikan pas menggunakan biji kopi arabika dari Jambi dan Kerinci. Disajikan dengan roti srikaya, siomay, dan lainnya, dengan harga sekitar Rp 8.000, kedai ini buka dari 6 pagi sampai 5 sore.
5. Kopi Es Tak Kie - Glodok, Jakarta Barat
Tempat kopi legendaris ini telah membuka pintunya sejak tahun 1927 di wilayah Glodok, Jakarta Barat. Selama lebih dari 23 tahun, menu es kopi susu dengan cita rasa tempo dulu tetap tak berubah. Dengan campuran kopi Robusta, Arabika, dan biji kopi dari Toraja dan Sidikalang, rasanya manis, dingin, dan menyegarkan. Harga masih terjangkau, sekitar Rp 11.000 per gelas. Buka dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang, menyajikan berbagai menu makanan populer.
Kunjungan Ganjar Pranowo ke tempat kopi legendaris tersebut menunjukkan minat yang besar terhadap warisan kuliner Indonesia dan upaya mendukung usaha kecil di sektor kopi.
(Salman Mardira)