DI Indonesia banyak anak yang mengalami broken home. Anak broken home berasal dari keluarga yang bercerai, atau perpisahan lainnya.
Selain menimbulkan masalah pada orangtua, broken home juga bisa memengaruhi kondisi psikologis anak. Bahkan, jika tidak segera ditangani dengan tepat, dampak broken home pada anak bisa berlanjut hingga ia beranjak dewasa
Lalu apa saja dampak broken home saat dewasa?
Dikutip dari Siloam Hospitals berikut ini dampak broken home terhadap kondisi psikologis anak hingga beranjak dewasa,
1. Menurunkan Prestasi Akademik dan Performa Kerja
Anak broken home cenderung lebih rentan mengalami gangguan belajar karena kondisi tersebut kerap membuat mereka kesulitan untuk memusatkan fokus dan konsentrasi. Akibatnya, anak broken home lebih berisiko mengalami penurunan prestasi akademik. Bahkan, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga turut memengaruhi performa kerja anak setelah mereka beranjak dewasa.
2. Gangguan Perilaku
Dampak broken home saat dewasa yang pertama adalah dapat memicu terjadinya gangguan perilaku. Memiliki keluarga yang tidak harmonis dapat membuat anak kehilangan sosok orang tua yang bisa menjadi sandaran atau tempat untuk berkeluh kesah. Karena itu, sebagian anak broken home kerap mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu (mood swing).
Jika dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai gangguan perilaku saat anak memasuki usia dewasa, seperti gangguan kepribadian antisosial atau gangguan kepribadian narsistik.
3. Rendah Diri
Kehilangan figur orangtua menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak broken home. Bahkan, kondisi tersebut juga dapat membuat anak merasa marah atau justru menyalahkan diri sendiri karena menganggap merekalah yang menjadi penyebab perceraian orang tua.
Jika pola pikir tersebut terus berlangsung hingga anak beranjak dewasa, hal tersebut bisa menurunkan self esteem (harga diri) anak yang membuat mereka merasa tidak percaya diri, malu, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
BACA JUGA:
Ini Penyebab Rumah Sakit Indonesia Gaza Mati Lampu Total
4. Depresi
Salah satu dampak broken home saat dewasa yang perlu diwaspadai adalah dapat memicu terjadinya depresi. Pasalnya, broken home yang disebabkan oleh perpisahan orang tua, baik karena perceraian ataupun kematian dapat menimbulkan efek traumatis yang mendalam pada anak.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak merasa frustrasi dengan keadaan yang dialaminya sehingga membuat mereka merasa sangat sedih atau bahkan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, apabila tidak segera ditangani dengan tepat, depresi akibat broken home cenderung berisiko menimbulkan munculnya keinginan untuk melukai diri sendiri (self harm) atau bunuh diri.