Artificial Intelligence Diyakini Mampu Prediksi dan Cegah Kematian karena Serangan Jantung

Wahyu Sibarani, Jurnalis
Selasa 07 November 2023 11:36 WIB
Serangan jantung. (Foto: Pixabay)
Share :

KECERDASAN buatan alias AI ternyata bisa dimanfaatkan untuk memprediksi dan mencegah kematian karena serangan jantung. Bagaimana caranya?

Dilaporkan Tech Explorist, potensi tersebut terungkap melalui sebuah penelitian yang dilakukan terhadap catatan kesehatan 95.000 pasien yang ada di Prancis dan Amerika Serikat.

 

Detailnya sebanyak 25.000 orang yang mengalami serangan jantung dan meninggal dunia dan 70.000 orang yang pernah mengalami hal yang sama tapi masih bisa diselamatkan. Catatan kesehatan atau rekam medis itu kemudian diolah secara khusus dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI).

 BACA JUGA:

Hasilnya AI diyakini bisa memprediksi kematian yang diakibatkan serangan jantung mendadak. Xavier Jouven peneliti dari Paris Cardiovascular Research Center mengatakan serangan jantung saat ini jadi momok menakutkan.

Pasalnya serangan jantung yang mendadak justru kerap berujung pada kematian. Dia mengatakan, saat ini dunia medis kesulitan memprediksi waktu serangan jantng terjadi. Pendekatan yang ada saat ini juga gagal mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi serangan jantung.

“Kami mengusulkan pendekatan baru yang tidak terbatas pada faktor risiko kardiovaskular biasa namun mencakup semua informasi medis yang tersedia dalam catatan kesehatan elektronik yang diolah AI," ujarnya.

Lalu bagaimana cara kerjanya?

AI sendiri akan menghasilkan sebuah persamaan kesehatan khusus untuk menentukan waktu serangan jantung. Persamaan kesehatan khusus itu diolah dari rekam medik seluruh pasien yang kemudian diintegrasikan dengan berbagai faktor kesehatan individu.

 BACA JUGA:

Persamaan kesehatan khusus itu kemudian dibentuk untuk mengidentifikasi ndividu-individu yang berisiko tinggi mengalami kematian jantung mendadak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya