Para pejabat mengatakan, rumah sakit tersebut akan dapat berfungsi sebagian selama beberapa hari dengan menggunakan generator cadangan sebelum rumah sakit tersebut ditutup sepenuhnya.
“Beberapa hal yang memang sudah sangat kritis dan terus kita upayakan adalah masuknya bahan bakar ke Gaza dan juga air bersih, selain tentunya kebutuhan-kebutuhan bahan pokok yang memang sudah sangat diperlukan oleh penduduk Gaza,” terang Menlu RI dalam pengarahan pers di Jakarta.
(Dyah Ratna Meta Novia)