MATA merupakan salah satu aset tubuh yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab mata menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia.
Namun ternyata gangguan penglihatan banyak dialami oleh masyarakat. Disebutkan hampir 2,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan penglihatan. Hal itu karena kurangnya akses terhadap layanan perawatan mata sederhana, setidaknya setengah dari kondisi mereka belum ditangani atau belum dapat dicegah.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Dr. Eva Susanti, mengatakan penyakit neovascular age-related macular degeneration (nAMD) dan diabetic macular edema (DME) merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan.
“Kondisi-kondisi ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja, terlibat secara sosial dan hidup mandiri, sehingga menyebabkan depresi dan kecemasan. Hal ini juga meningkatkan tekanan pada sistem kesehatan dan memberikan beban besar pada perawat,” ujar dr Eva dalam konferensi pers Peluncuran Inovasi Pengobatan Gangguan Penglihatan oleh Roche Indonesia, Kamis 2 November 2023.
Dokter Eva menambahkan di Indonesia sendiri terdapat sekitar delapan juta orang berusia di atas 50 tahun yang mengalami masalah gangguan penglihatan. Di antaranya, diperkirakan terdapat 700,000 pasien yang terdampak oleh nAMD dan DME.
"Penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi, sedangkan penyebab utama kebutaan adalah katarak. Selain itu, faktor degeneratif dan penyakit kronis juga merupakan risiko terjadinya penyakit mata lainnya seperti AMD dan DME,” katanya.