Mengenal Pengobatan Faricimab, Inovasi Terbaru untuk Atasi Gangguan Mata

Syifa Fauziah, Jurnalis
Jum'at 03 November 2023 02:00 WIB
Teknologi pengobatan untuk atasi gangguan mata. (Foto: Freepik.com)
Share :

MATA merupakan anggota tubuh yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu menjaga kesehatan mata agar tidak terkena penyakit adalah suatu kewajiban.

Beberapa penyakit mata kemungkinan bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi. Namun ada juga yang berujung akut dan bisa menyebabkan kebutaan. Dua penyakit penyebab kebutaan adalah neovascular age-related macular degeneration (nAMD) dan diabetic macular edema (DME).

Terkait hal tersebut, Roche Indonesia menghadirkan inovasi terbaru untuk pengobatan gangguan mata yakni faricimab. Faricimab adalah pengobatan pertama untuk nAMD dan DME di Indonesia yang bekerja dengan menargetkan VEGF-A dan Ang-2.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Vitreoretina dan Direktur Layanan Vitreoretina, JEC Eye Hospitals & Clinics Dr. dr. Elvioza, SpM(K) menjelaskan VEGF-A dan Ang-2 merupakan dua penyebab utama ketidakstabilan pembuluh darah yang terkait dengan kondisi retina yang mengancam penglihatan. Mekanisme kerja ganda yang unik ini bisa dihasilkan dari keahlian Roche dalam rekayasa antibodi.

“Inovasi baru menggabungkan VEGF dan Ang-2 adalah secercah harapan bagi pasien,” ujar dr Elvioza dalam konferensi pers Peluncuran Inovasi Pengobatan Gangguan Penglihatan oleh Roche Indonesia, Kamis 2 November 2023.

Dokter Elvioza menambahkan Gabungan dua inhibitor dalam satu suntikan membuka jalan baru bagi pengobatan penyakit mata. Selain manfaat klinis, faricimab menawarkan daya tahan yang lebih lama, yang berarti lebih sedikit suntikan bagi pasien.

“Terobosan ini memungkinkan pasien mendapatkan suntikan dengan selang waktu empat bulan setelah tahun pertama, dibandingkan suntikan yang harus diberikan setiap sebulan sekali pada terapi yang sudah ada,” tuturnya.

Faricimab dirancang untuk menghambat jalur yang melibatkan Ang-2 dan VEGF-A. Baik Ang-2 dan VEGF-A diperkirakan berkontribusi terhadap kehilangan penglihatan dengan mengganggu kestabilan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru yang bocor dan meningkatkan peradangan.

“Penghambatan kedua jalur telah terbukti dalam studi praklinis berpotensi memberikan manfaat yang saling melengkapi, dapat menstabilkan pembuluh darah dan dengan demikian mengurangi kebocoran pembuluh darah dan peradangan,” tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya