MATA merupakan anggota tubuh yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu menjaga kesehatan mata agar tidak terkena penyakit adalah suatu kewajiban.
Beberapa penyakit mata kemungkinan bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi. Namun ada juga yang berujung akut dan bisa menyebabkan kebutaan. Dua penyakit penyebab kebutaan adalah neovascular age-related macular degeneration (nAMD) dan diabetic macular edema (DME).
Terkait hal tersebut, Roche Indonesia menghadirkan inovasi terbaru untuk pengobatan gangguan mata yakni faricimab. Faricimab adalah pengobatan pertama untuk nAMD dan DME di Indonesia yang bekerja dengan menargetkan VEGF-A dan Ang-2.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Vitreoretina dan Direktur Layanan Vitreoretina, JEC Eye Hospitals & Clinics Dr. dr. Elvioza, SpM(K) menjelaskan VEGF-A dan Ang-2 merupakan dua penyebab utama ketidakstabilan pembuluh darah yang terkait dengan kondisi retina yang mengancam penglihatan. Mekanisme kerja ganda yang unik ini bisa dihasilkan dari keahlian Roche dalam rekayasa antibodi.
“Inovasi baru menggabungkan VEGF dan Ang-2 adalah secercah harapan bagi pasien,” ujar dr Elvioza dalam konferensi pers Peluncuran Inovasi Pengobatan Gangguan Penglihatan oleh Roche Indonesia, Kamis 2 November 2023.
Dokter Elvioza menambahkan Gabungan dua inhibitor dalam satu suntikan membuka jalan baru bagi pengobatan penyakit mata. Selain manfaat klinis, faricimab menawarkan daya tahan yang lebih lama, yang berarti lebih sedikit suntikan bagi pasien.