Kelompok Non-diabetes Bisa Miliki Kadar Gula Tinggi, Ini 5 Penyebabnya

Novie Fauziah, Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 12:02 WIB
Penyebab kadar gula darah tinggi. (Foto: Freepik.com)
Share :

PENDERITA diabetes tipe 1 atau 2 wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala agar tetap terkendali. Namun kadar gula darah juga dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari, sehingga naik turunnya gula darah adalah hal biasa.

Bahkan bagi Anda yang tidak terdiagnosis kondisi tersebut, ini menjadi masalah ketika tetap tinggi. Jadi dianjurkan untuk rutin memeriksanya.

Dilansir dari laman Times of India, Kamis (26/10/2023), tingkat gula darah tinggi atau hiperglikemia disebut sebagai suatu kondisi di mana terlalu banyak glukosa dalam darah. Pada non-diabetes, dapat disebabkan oleh faktor lain seperti stres atau kondisi kronis lainnya.

Bahkan jika orang tersebut tidak didiagnosis menderita diabetes, sangat penting untuk mengelola kadar gula darahnya. Kadar gula darah tinggi yang terus-menerus dapat mempersulit tubuh untuk sembuh, meningkatkan risiko infeksi dan mungkin berdampak jangka panjang pada organ lain seperti mata dan ginjal.

Seiringnya waktu, hal itu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jika kadar glukosa puasa antara 100-125 mg/dL atau lebih dari 180 mg/dL satu sampai dua jam setelah makan, kondisi tersebut dinamakan hiperglikemia.

Selanjutnya, ada beberapa faktor dapat menyebabkan gula darah menjadi tinggi pada pasien non-diabetes. Beberapa yang paling umum yaitu:

1. Sindrom Ovarium Polikistik

Di mana Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada wanita, termasuk dalam usia reproduksi.

Ini dapat menyebabkan produksi testosteron, insulin, dan sitokin yang tinggi. Bahkan mereka resisten insulin dan tidak dapat menggunakan semua glukosa dalam darah untuk menghasilkan energi.

2. Stres

Stres yang tidak dikelola dapat menyebabkan lonjakan tingkat hormon seperti kortisol dan adrenalin. Mereka pada gilirannya meningkatkan kadar gula darah, merupakan respons alami yang sempurna terhadap tekanan emosional yang dialami seseorang.

3. Infeksi

Segala jenis infeksi juga meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Hormon ini menghalangi kemampuan insulin untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari aliran darah, menghasilkan kadar gula darah tinggi yang konstan.

4. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu seperti dopamin dan norepinefrin, imunosupresan seperti tacrolimus dan siklosporin, dan kortikosteroid dapat mengaktifkan enzim dalam darah yang dapat menjaga kadar gula darah tetap meningkat.

Tubuh merasa sulit untuk menghasilkan energi dan orang tersebut merasa lelah sepanjang waktu.

5. Obesitas

Kelebihan sel lemak membuat tubuh resisten terhadap insulin. Ini juga membuat sulit untuk menghilangkan glukosa dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi.

Gejala hiperglikemia non-diabetes mirip dengan hiperglikemia diabetes. Misalnya merasakan haus yang berlebihan, sering buang air kecil, penglihatan kabur, mual dan muntah, sakit perut, kelelahan, sakit kepala.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya