KASUS cacar monyet atau lebih dikenal dengan monkeypox bertambah tujuh orang sejak dilaporkannya kasus pada 13 Oktober 2023. Dikabarkan, seluruh kasus yang terkonfirmasi ditemukan di wilayah DKI Jakarta.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan dari total kasus rinciannya terdapat satu kasus dari Jatinegara, satu kasus dari Mampang, satu kasus dari Kebayoran Lama, dua kasus dari Setiabudi, satu kasus dari Grogol Petamburan, dan satu kasus dari Kembangan.
Atas dasar tersebut maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan bergegas melakukan upaya penanggulangan, dengan setidaknya tiga upaya untuk memberantas monkeypox di Indonesia.
“Ada tiga upaya yang dilakukan diantaranya upaya surveilans, terapeutik, dan vaksinasi,” kata Maxi, dikutip dalam keterangan resmi yang didapat MNC Portal, Selasa (24/10/2023).
Upaya surveilans yaitu dilakukan dengan cara penyelidikan epidemiologi dan penyiapan laboratorium pemeriksa. Terapeutik dengan memberikan terapi simtomatis pemenuhan logistik antivirus khusus Mpox serta pemantauan kondisi pasien, dan selanjutnya akan dilakukan kegiatan vaksinasi terutama pada populasi paling berisiko.
Vaksinasi monkeypox akan mulai dilakukan rencananya pada tanggal 24 Oktober 2023 dengan jumlah sasaran sekitar 447 orang. Vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yaitu Klinik Carlo serta Puskesmas yang berada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
“Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan interval empat minggu. Adapun jenis vaksin yang akan digunakan adalah vaksin impor yang diproduksi oleh Bavarian Nordic, Denmark dengan merk dagang JYNNEOS kemasan single dose,” ucap Maxi.