KASUS cacar monyet atau mpox di Indonesia memang belum terbilang tinggi seperti negara-negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika. Namun, hal ini harus menjadi momen untuk mewaspadai cacar monyet di Tanah Air, mengingat penularannya bisa cukup cepat jika tidak dicegah.
Salah satu sumber penularan yang membuat kasus mpox di negara-negara Eropa dan Amerika cukup tinggi adalah dari kalangan homoseksual.
Hal ini berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan Jurnal Inggris, di mana antara April hingga Juni 2022 terjadi peningkatan kasus mpox yang cukup tinggi dan mayoritas bersumber dari kalangan homoseksual.
BACA JUGA:
“Ini laporan terbaru dari England Journal, di mana antara April dan Juni 2022 terjadi peningkatan kasus yang cukup banyak. Ada 528 kasus di 16 negara. Baik itu Eropa dan Amerika,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi, Departemen Penyakit Dalam, Dr. dr. Lie Khie Chen, SpPD, dalam webinar daring.
“Terutama memang terjadi di Eropa dan Amerika pada kalangan homoseksual, transgender. Nah di sini memang yang terbanyak di kalangan homoseksual ya. Di usia muda terutama di sebagian besar kasus ya,” lanjutnya.
Menurut dr.Lie, alasan kelompok homoseksual menjadi sumber rentan penularan penyakit cacar monyet adalah karena perilaku seksual mereka yang cenderung bebas sehingga penularan bisa relatif cepat.
“Mereka sering mengadakan kumpul-kumpul, atau berpesta dengan kontak dekat. Nah di sinilah terjadi penularan yang relatif cepat. Jadi memang terbanyak mereka laporkan di kelompok pasien ini ya,” ungkapnya.
Namun, tidak menutup kemungkinan juga penularan cacar monyet bisa terjadi di kalangan masyarakat umum. Terutama bagi mereka yang memiliki kontak erat atau satu lingkungan dengan sumber penularan.
“Tapi saat ini sudah memungkinkan juga ke orang-orang lain karena dengan lingkungan serumah, lingkungan tempat tinggal yang dekat ini bisa terjadi penularan,” tutur dr. Lie.
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Kemenkes RI baru-baru ini memastikan telah menyediakan vaksin cacar monyet sebagai salah satu upaya untuk menghambat penyebaran.