3. Peningkatan obesitas
Selanjutnya adalah BPA berperan dalam peningkatan obesitas atau kenaikkan berat badan. Hal ini terjadi karena BP bisa mengikat reseptor hormon lain yang menyebabkan adipogenesis atau penumpukan lemak.
BPA juga menyebabkan stres pada tubuh dengan cara merusak mitokondria sehingga menyebabkan peradangan kronis, atau sebuah respon imun yang dapat mengubah cara tubuh Anda mengatur berat badan, nafsu makan, dan kadar hormon.
4. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Terkait poin sebelumnya, BPA juga bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung seperti jantung koroner, serangan jantung, angina, hipertensi dan lain-lain.
5. Meningkatkan Stres
BPA juga dapat menyebabkan stres pada tubuh Anda dengan merusak mitokondria (pabrik energi di setiap sel Anda). Stres dapat menyebabkan peradangan kronis, respons imun yang dapat mengubah cara tubuh mengatur berat badan, nafsu makan, dan kadar hormone.
6. Menyebabkan kanker
Paparan BPA dalam kadar rendah juga dikaitkan dengan perkembangan penyakit kanker, seperti kanker ovarium, kanker payudara, kanker prostat, hingga kanker usus besar. Selain itu, dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa BPA menyebabkan obat kemoterapi menjadi kurang efektif.
Demikian 6 Dampak Buruk BPA bagi Kesehatan.
(RIN)
(Dyah Ratna Meta Novia)