CUACA panas terik masih melanda Tanah Air, suhu rata-rata mencapai 36 derajat hingga 38 derajat Celcius. Suhu terasa panas terik dan menyengat.
Akibat cuaca panas terik dan polusi udara, banyak orang yang daya tubuhnya menurun dan sakit infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.
ISPA merupakan infeksi pada saluran nafas atas akut. Perlu diketahui bahwa saluran nasas bagian atas meliputi hidung, faring, laring, dan bronkus. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus, tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri.
BACA JUGA:
Gejala ISPA sendiri umumnya batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, bersin-bersin, dan kelelahan. Gejala ini sering muncul tiga hari setelah paparan virus atau bakteri, dan dapat bertahan selama 7-10 hari.
Perbedaan batuk akibat bakteri dan virus
Bahkan, pada beberapa kasus bisa bertahan sampai dengan tiga minggu. Dari penelitian yang dilakukan batuk dapat menyebabkan 93 persen akan susah tidur, produktivitas bekerja akan berkurang hingga 26 persen, dan kecenderungan akan absen dari aktivitas baik sekolah atau bekerja berkurang hingga 45 persen.
Terkait hal tersebut, Digital Content Creator for Health Education dr. Farhan Zubedi menjelaskan batuk merupakan refleks normal pertahanan tubuh, dengan tujuan untuk membersihkan saluran nafas dari partikel asing, kuman, dan virus.
Meski demikian, batuk juga merupakan salah satu gejala terjadinya peradangan atau infeksi pernafasan, di mana peranan batuk ini adalah untuk mengeluarkan lendir yang berlebihan. Pemicu terjadinya batuk bisa karena infeksi bakteri atau virus, asma/alergi, polusi udara, kebiasaan merokok, konsumsi obat, dan penurunan daya tahan tubuh.
Penurunan daya tahan tubuh bisa terjadi karena stres, pola hidup tidak sehat, kurang tidur, kurang aktivitas fisik, dan perubahan cuaca seperti polusi dan panas.
BACA JUGA:
Lalu apa bedanya batuk yang disebabkan oleh virus dan bakteri?
Dokter Farhan menjelaskan kalau batuk yang disebabkan oleh virus biasanya tidak menimbukan dahak.