KABAR menyedihkan datang dari penyanyi cantik Isyana Sarasvati. Ia baru saja mengalami keguguran dari janin yang dikandungnya.
Keguguran adalah hilangnya kehamilan secara tiba-tiba sebelum minggu ke-20. Sekitar 10% hingga 20% kehamilan berakhir dengan keguguran. Hal ini terjadi karena keguguran terjadi lebih awal sebelum seseorang menyadari bahwa dirinya tengah hamil.
Keguguran seringkali di luar kendali dan terjadi karena janin berhenti tumbuh. Lalu apa saja sih penyebab keguguran?
BACA JUGA:
Dikutip Siloam Hospitals, berikut ini penyebab Keguguran,
Penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah kelainan kromosom yang menyebabkan janin tidak mampu berkembang secara normal. Selain itu, ada pula sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami keguguran, di antaranya:
1. Infeksi, seperti penyakit menular seksual, toksoplasmosis, rubella, dan malaria
2. Penyakit autoimun, seperti sindrom antifosfolipid dan lupus
3. Gangguan hormon, seperti PCOS dan penyakit tiroid
4. Hamil pada usia di atas 35 tahun
5. Riwayat keguguran lebih dari 2 kali
6. Terpapar bahan kimia beracun dan radiasi tinggi
7. Pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan kecanduan alkohol.
BACA JUGA:
Lalu bagaimana cara menangani pasien Keguguran?
1. Kuretase
Salah satu tindakan medis untuk menangani keguguran adalah kuretase. Kuretase dilakukan dengan melebarkan serviks dengan alat khusus untuk mengeluarkan sisa jaringan janin atau plasenta dari dalam rahim.
2. Pemberian Obat-Obatan
Dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan antiperdarahan, untuk mempercepat proses pembersihan rahim, mencegah perdarahan, serta menurunkan risiko infeksi. Selain itu, injeksi imunoglobulin juga dapat dilakukan guna meminimalisasi masalah kesehatan pada kehamilan selanjutnya.
3. Pemulihan Mental
Kehilangan buah hati karena keguguran dapat menimbulkan perasaan kecewa, sedih, dan menyesal sehingga turut mengganggu kesehatan mental penderitanya. Bila dibiarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan post traumatic stress disorder (PTSD). Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil yang mengalami keguguran untuk mencari kegiatan yang dapat memulihkan mentalnya, seperti bercerita kepada keluarga, teman, ataupun berdiskusi dengan psikolog.
(Dyah Ratna Meta Novia)