Pantai di Gunungkidul Tercemar Limbah, Sandiaga : Jangan Sampai Dapat Peringatan dari UNESCO

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 09 Oktober 2023 19:28 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: MPI/Kiki Oktaliani)
Share :

KAWASAN wisata Pantai Krakal dan Pantai Slili di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tercemar limbah diduga minyak mentah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar kasus pencemaran lingkungan tersebut ditangani serius.

Pemkab Gunungkidul sedang menyelidiki sumber dari limbah tersebut. Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengetahui perkembangan penananganannya.

“Ini lagi ditangani, lagi dipelajari dari mana (limbah) ini, apakah ini terkait dengan limbah yang dari darat atau dari laut, dan ini kita lagi cari sumbernya,” ujar Sandiaga di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Senin (9/10/2023).

 BACA JUGA:

Menurut Sandiaga kasus pencemaran pantai tersebut harus ditangani segera. Terlebih kawasan Gunung Kidul merupakan bagian dari ekosistem destinasi pariwisata super prioritas Candi Borobudur, sehingga kelestarian alam sekitarnya harus dijaga ketat.

“Karena di Gunungkidul ini jugakan bagian dari pada ekosistem pariwisata destinasi super prioritas Borobudur. Jadi kita harapkan ini akan bisa dijaga kelestariannya, dan yang terpenting bahwa ini juga bagian dari UNESCO Global Geopark,” tuturnya.

 

Pantai Slili di Gunungkidul

Karena masuk bagian Sewu Geopark Global UNESCO, maka masalah pencemaran pantai di Gunungkidul harus segera ditindaklanjuti agar tidak dapat peringatan dari UNESCO.

“Sewu-kan di Gunungkidul, jadi jangan sampai tercemar dan nanti akan mendapatkan peringatan dari bukan hanya aktivis lingkungan tapi juga dari UNESCO,” ungkapnya.

 BACA JUGA:

Limbah yang mencemari kawasan Pantai Krakal dan Slili berupa cairan hitam pekat mirip minyak.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah 2, Surisdiyanto menuturkan bahwa gumpalan-gumpalan kecil limbah tersebut mulai terlihat di pantai pada Sabtu 7 Oktober 2023.

“Itu kalau dipencet-pencet lengket seperti aspal," katanya.

 

Wisatawan diimbau berhati-hati saat bermain di Pantai Krakal dan Pantai Slili, karena limbah tersebut ketika menempel di pakaian atau kulit bakal lengket dan susah dihilangkan.

Akibat pencemaran limbah itu, banyak biota laut seperti ikan dan kepiting kecil mati.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya