BANYAK informasi yang menyebutkan bahwa penggunaan bra kawat bisa memicu kanker payudara. Hal ini terjadi karena bra kawat dianggap menghalangi aliran cairan kelenjar getah bening, sehingga racun tidak keluar dengan maksimal dan menumpuk sampai menyebabkan kanker.
Terkait hal tersebut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, dr Dicky Budiman mengatakan sampai saat ini belum ada riset ilmiah yang memastikan kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.
"Belum bisa disimpulkan antara pemakaian bra kawat dan kanker, belum terbukti," ujar dr Dicky saat dihubungi MNC Portal pada Jumat (6/10/2023).
Dokter Dicky juga menjelaskan banyak manfaat ketika seseorang mengenakan bra kawat. Salah satunya dapat menopang payudara lebih baik. Terutama bagi wanita yang memiliki ukuran payudara besar.
"Menurut riset bra kawat dapat menopang payudara lebih baik. Apalagi wanita dengan payudara besar butuh sokongan yang kuat dari kawat itu," katanya.
Selain itu, penggunaan bra kawat juga dapat mengurangi payudara kendur.
"Studi yang sudah dilakukan bra kawat bisa mengurangi risiko buah dada yang turun karena kawat itu yg bisa mengurangi stretching ligamen buah dada," tuturnya.