3. Disconnect to connect. Berada jauh dari peradaban adalah kesempatan untuk kembali mengenal diri kita, merendahkan hati, sadar tentang keterbatasan diri, tapi berani untuk bertahan seberat apapun rintangan yang dihadapi. Dan yang paling penting, have empathy and respect for your group. Terutama kepada pahlawan lokal seperti pemandu dan porter yang sangat berjasa dalam petualangan ini. I wouldn’t have made it without them.
4. Bersyukur. Mengapresiasi keindahan alam ciptaan Tuhan, dengan merawat apa yang ada di bumi ini. Dan nggak menyia-nyiakan kenikmatan dan kemudahan yang kita punya ketika kembali pulang.
5. Gak ada yang sempurna, termasuk dalam menerapkan gaya hidup sustainable (di gunung atau di manapun). Yang penting ada kesadaran untuk mulai perlahan dari hal-hal yang sederhana dan dilakuin dengan konsisten.
"Last but not least, meaningful pain will always outweigh meaningless joy. What an experience! Looking forward to doing it again (Yang terakhir, rasa sakit yang bermakna akan selalu mengalahkan kebahagiaan yang tidak berarti. Pengalaman yang luar biasa! Tidak sabar untuk melakukannya lagi," pungkas Tatjana Saphira.
(Salman Mardira)