Ilmuwan pertama kali meneliti kesamaan kuda nil dan ikan paus pada tahun 1700-an melalui organ reproduksi. Namun, mereka hanya menganggap kesamaan antara keduanya hanya kebetulan belaka.
Sampai pada tahun 1980-an ketika kerangka Pakicetus ditemukan pertama kali, Hewan purba ini memiliki tulang seperti ikan paus (cetacea) dan mamalia berkuku gelap (artiodactyla) seperti unta, babi, dan jerapah.
Peneliti juga menemukan tulang telinga pada Pakicetus mirip seperti cetacea, artiodactyla, dan artiodactyla. Sehingga mereka mampu mendengar dibawah air. Selain itu, kerangka tulang pergelangan kaki yang unik. Sebab kerangka tulangnya mirip mamalia ganjil seperti badak atau kuda.
Demikian informasi kuda nil masih sepupuan dengan ikan paus.
(Salman Mardira)