“Bila ibu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama 2 minggu, maka segera konsultasi ke dokter,” katanya.
Nah bagi yang sudah terinfeksi, para ibu hamil tak perlu khawatir. Sebab obat-obatan TB sendiri tidak ada pengaruh negatifnya atau tidak ada efek yang merugikan untuk bayi.
“Justru pada saat hamil, lalu ibu tidak menjalani pengobatan TB, khawatirnya itu akan berpengaruh kepada bayi. Mungkin bayinya akan lahir dengan berat badan rendah. Jadi walaupun hamil tetap minum obat TB-nya ya,” kata dr. Erlina.
“Pengobatannya sendiri sama dengan pasien TB lain, bedanya ibu hamil tidak boleh diberikan obat suntik streptomisin. Karena memiliki efek samping berupa risiko berkurangnya pendengaran pada bayi,” katanya.
Untuk pencegahan tuberkulosis pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi sehingga dapat meningkatkan imunitas sang ibu.
“Makanan bergizi tersebut tidak hanya untuk ibu ya, tapi juga untuk janin,” ucapnya.
(Leonardus Selwyn)