JALAN kaki sering dijadikan sebagai olahraga ringan yang menyehatkan jantung. Meskipun terlihat sangat sederhana, jalan kaki juga tidak kalah bermanfaat seperti olahraga lainnya.
Jalan kaki kerap menjadi kegiatan bagi masyarakat yang tidak mempunyai banyak waktu luang. Lantas, apa benar jalan kaki bisa dijadikan olahraga? Apa manfaat yang didapat?
Dokter Spesialis Olahraga, Sophia Hage, SpKO menjelaskan pada prinsipnya jalan kaki memang benar bisa dijadikan olahraga, yang terpenting dapat meningkatkan denyut nadi. Sehingga apapun bentuknya selama denyut nadi meningkat dari kapasitas biasa itu dapat dijadikan suatu olahraga.
“Yang paling penting dilakukan secara teratur dan konsisten, jadi yang paling bagus adalah dijadikan suatu kebiasaan,” ucap dr Sophia saat ditemui belum lama ini, Selasa (26/9/2023).
Menurutnya, setiap hari seseorang setidaknya berjalan kaki 15 menit dipagi hari itu sudah cukup membuat olahraga itu menimbulkan manfaat, namun lebih baik lagi jika setiap harinya terjadi peningkatan durasi seperti 20 atau 30 menit.
Selain itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menjelaskan bahwa manfaat lainnya jika melakukan jalan kaki adalah dapat mencegah penyakit jantung, menenangkan pikiran, perubahan positif pada otak, memperbaiki penglihatan, menambah volume paru-paru, menambah kekuatan otot, mencegah diabetes, dan lain-lain.
Lalu bagaimana membuat jalan kaki menjadi lebih efektif? Dokter Sophia Hage pun memberikan tips yang dapat dilakukan agar jalan kaki lebih menyehatkan, yaitu dengan berfokus kepada kecepatan dan intensitas yang tepat.
“Daripada teknik sebenarnya lebih penting mengatur kecepatan. Jadi intensitas yang diharapkan tercapai, dan lebih baik juga menggunakan sepatu serta baju olahraga yang tepat, supaya tubuh tidak kepanasan,” kata dr Sophia.
Namun yang perlu diingat, aktivitas minum dan durasi kecepatan yang ditentukan sejak awal juga tidak kalah penting untuk diperhatikan, supaya saat menjalani aktivitas jalan kaki tidak hanya sekedar jalan, tetapi juga memiliki manfaat.
“Yang penting juga dengarkan tubuh sendiri sih, mau coba boleh tapi jangan memaksakan diri,” tutur dr Nadia.
(Leonardus Selwyn)