"Itu adalah penggambaran manusia seutuhnya yang terdiri dari badan kasar (fisik, wadag, warangka) dan badan halus (spirit, jiwa, keris itu sendiri)," jelasnya.
Maknanya, itu jadi pengingat bagi seorang pemimpin untuk meleburkan perjalanan spiritualnya ke dalam perilaku kesehariannya. Sebaliknya pula, dari tindakan fisiknya yang terlihat dan dirasakan manfaatnya bagi orang banyak, seseorang mesti bisa menilai kedalaman spiritual dari seorang pemimpin.
Siapa nih yang setuju kalau Siti Atikoh Ganjar Pranowo bisa menjadi trendsetter kalau nonton konser, bisa banget kok pakai kebaya dan kain.
(Martin Bagya Kertiyasa)