BEREDAR sebuah video yang menunjukkan bahwa seorang pria terkena infiltrasi zat asing. Dokter menduga hal itu terjadi akibat penggunaan deodoran.
Terkait hal tersebut, lewat akun TikToknya @nadialaydrus, Dokter Kecantikan, dr Nadia Alaydrus membagikan penjelasannya mengenai hal tersebut.
“Apa iya deodoran itu bisa menyebabkan kanker?,” tulis dr Nadia, dikutip dalam TikTok miliknya @nadialaydrus, Senin (18/9/2023).
Menurutnya, keringat itu pada dasarnya tidak membuat bau, yang membuat berbau itu adalah ketika keringat itu bercampur dengan bakteri.
Untuk mencegah hal tersebut kebanyakan orang memilih menggunakan deodoran. Sementara beberapa deodoran dipercaya dapat berfungsi juga sebagai antiperspirant, yang mana antiperspirant berfungsi untuk mengurangi jumlah keringat.
Deodoran sendiri berfungsi untuk menetralisir bakteri penyebab bau. Nah alumunium yang ada dalam antiperspirant akan membuat sumbatan sementara pada saluran kelenjar keringat.
“Jadi bukan di kelenjar getah bening ya, Salah satu tugas dari kelenjar getah bening itu kan memfilter racun di dalam tubuh tapi bukan melalui keringat melainkan melalui hati atau ginjal kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin,” ucap dr Nadia.
Menurut jurnal yang dia baca dari America National Cancer Institute, Cancer Research UK, dan The American Cancer Society menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada hubungan yang menunjukkan penggunaan deodoran atau juga antiperspirant, dengan kanker maupun penyakit Alzheimer.
(Leonardus Selwyn)