Sementara itu, Latisha Soeryadjaya juga menjelaskan mengapa mengusung gaya hip hop dalam sentuhan batik dan tenun Indonesia ini. Latisha mengatakan, batik sering kali dianggap hanya sebagai busana untuk acara pernikahan dan formal lainnya.
Padahal, batik bisa dipadukan jadi pakaian sehari-hari bahkan disulap jadi busana modern yang tak cuma dikenakan ke acara formal.
“Aku melihat batik kebanyakan dipakai orang untuk kondangan, aku mau bikin ini jadi streetwear yang juga bisa dipakai sehari-hari,” tutur Latisha.
NAWA juga mengedepankan desain yang segar dan kekinian untuk bisa menyasar anak muda agar bisa semakin mencintai wastra nusantara. Dengan bahan dari kain tradisional, NAWA ingin menampilkan sentuhan yang muda dan fresh dan diharapkan bisa disukai anak muda dan generasi Z.
(Leonardus Selwyn)