PENGELOLA Wisata Gunung Bromo meminta wisatawan yang telah membeli tiket melalui online untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule).
Langkah itu dilakukan pascaadanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali yang melanda kawasan Gunung Bromo tepatnya di Bukit Teletubbies Savana Kaldera Tengger.
"Bagi pengunjung yang telah melakukan pembelian karcis melalui booking online, dapat mengajukan reschedule saat wisata kembali dibuka," Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag) TU, Septi Eka Wardhani, dikonfirmasi awak media.
Nantinya penjadwalan ulang karcis atau tiket masuk ke Gunung Bromo akan diumumkan lebih lanjut oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). "Tata cara reschedule akan diinfokan pada kesempatan berikutnya," ujarnya.
Septi menjelaskan, sejauh ini dugaan munculnya kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo karena adanya aktivitas wisatawan yang menyalakan flare.
Dugaan itu juga berdasarkan analisis dan evaluasi petugas di lapangan yang akhirnya disampaikan melalui siaran pers terbuka. Menurutnya, terduga wisatawan itu mengabaikan informasi yang disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).
"Betul (dugaan karena adanya wisatawan yang membawa flare) pengumuman yang harus dilakukan oleh kami, hasil evaluasi ketika himbauan kami melalui medsos, siaran pers, dan media lainnya, yang diabaikan," kata dia kembali.
Dirinya juga telah menginformasikan ke tim yang bertugas melakukan pemantauan di wilayah tertentu.
Hasilnya ada indikasi kesengajaan dengan menyalakan flare untuk keperluan foto prewedding. Saat ini keenam orang wisatawan telah diamankan ke Polsek Sukapura untuk dilakukan pemeriksaan.
"Informasi dari teman-teman lapangan flare, untuk proses selanjutnya memerlukan penyelidikan lebih lanjut, dan itu mungkin ranah kepolisian," tukasnya.