Edukasi ini menghaidrkan bagaimana sejarah rupiah, mata uang Indonesia, resmi digunakan sebagai alat transaksi yang diakui oleh negara dan masyarakat. Sehingga, pengunjung yang hadir dapat mempelajari sejarah Indonesia melalui sudut pandang yang berbeda.
“Kalau yang lalu, perputaran uangnya antara rupiah dengan rupiah. Kalau sekarang, mereka bawa dolar yang ditukar dengan kurs yang sangat tinggi, jadi perputarannya sangat tinggi. Saya yakin perputarannya bisa 10 kali lipat, mungkin sampai Rp80-100 miliar hanya di pameran ini saja, belum lagi lelang,” ujar Michell Suharli, Sekjen MNI.
Michell juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menekan inflasi karena rupiah yang dibeli oleh turis mancanegara untuk disimpan. Selain itu, pameran ini juga membantu pelaku UMKM membesarkan namanya.
“Harapannya makin banyak yang mengoleksi uang, supaya kegiatannya bisa lebih besar, perputaran uang bisa lebih besar, inflasi bisa ditekan, dan ini merupakan hobi yang positif karena menyimpan uang,” ucapnya.
(Salman Mardira)