HIPERTENSI merupakan kondisi tekanan darah melebihi batas normal. Penyakit ini cukup berbahaya sebab memiliki faktor risiko serangan dan gagal jantung, stroke, penyakit ginjal, dan masih banyak lagi.
Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua, yakni hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer biasanya disebabkan oleh genetik, gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan masih banyak lagi. Sementara itu hipertensi sekunder diakibatkan kondisi medis tertentu, salah satunya adalah penyakit ginjal.
Ada banyak pengobatan untuk hipertensi, salah satunya adalah dengan mengonsumsi Amlodipine.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Dana Pramudya, SpPD mengatakan menjelaskan Amlodipine adalah Calcium Channel Blocker yang umumnya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
BACA JUGA:
"Cara kerjanya adalah dengan merelaksasi otot-otot jantung dan pembuluh darah. Dan biasanya bekerja pada hari mulai (obat) dikonsumsi," tulis dr Dana dalam cuitannya di Twitter @danapramudya.
Dokter Dana mengatakan penderita hipertensi yang mengonsumsi Amlodipine biasanya tidak merasakan reaksi apapun yang berbeda. Namun bukan berarti obat tersebut tidak memberikan reaksi apapun.
"Jadi penting untuk tetap meminumnya dengan fokus target tensinya," tambahnya.
Menurut dr Dana tekanan darah tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala. Sehingga para penderitanya penting untuk mengonsumsi Amlodipine secara teratur pada waktu yang sama setiap hari, baik pagi atau malam.
BACA JUGA:
"Jangan berhenti mengonsumsi Amlodipine tiba-tiba tanpa berbicara dengan dokter," katanya.
Amlodipine umumnya aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Efek samping umum Amlodipine juga beragam, mulai dari kaki bengkak, pusing, hingga kemerahan. Namun dr Dana menyarankan bila kondisi memburuk segera hubungi dokter.
Dokter Dana menyarankan untuk menghindari beberapa hal saat penderita hipertensi mengonsumsi Amlodipine. Yakni menghindari buah jeruk bali merah dan batasi minum alkohol.
"Berpotensi bahaya, bahkan bisa meningkatkan risiko pusing dan bahkan pingsan," ucapnya.
Pasien hipertensi juga bisa mengkombinasikan dengan obat antihipertensi golongan lain bila masih belum memenuhi target tensi seperti Captopril (ACE-I), Valsartan (ARB), dan Bisoprolol (Beta blocker). Namun tetap harus sesuai anjuran dokter.
"Obat ini ada di BPJS. Tetap lakukan juga pola hidup sehat dan aktivitas fisik. Kemudian jangan lupa juga untuk menentukan target tekanan darah supaya tetap sehat dan terhindar dari komplikasi," tutup dr Dana.
(Dyah Ratna Meta Novia)