COVID-19 varian baru terdeteksi di air limbah. Fakta ini sekaligus membuktikan bahwa Covid-19 terus berevolusi hingga bisa hidup di air limbah.
Varian baru yang dimaksud adalah BA.2.86 atau dikenal dengan nama 'Pirola'. Departement Health and Mental Hygiene New York City mengatakan ditemukannya Pirola di air limbah di New York terjadi ketika dilakukannya pengujian limbah kota.
"Departemen tidak merinci kapan ditemukannya Pirola air limbah, pun kapan tes dilakukan," tulis laman NBC New York, dikutip Okezone, Rabu (30/8/2023).
Meski begitu, pejabat kesehatan meyakini bahwa varian Pirola mulai menyebar di masyarakat melalui air limbah tersebut. Sialnya, varian Pirola diyakini dapat menghindari kekebalan dari vaksin dibandingkan virus sebelumnya.
"Walau bisa menghindari kekebalan, varian baru ini belum punya cukup bukti dapat menyebabkan penyakit serius," kata departemen kesehatan setempat.
Dari temuan ini, ahli kesehatan mengimbau masyarakat khususnya mereka kelompok rentan untuk mendapatkan booster Covid-19 terbaru. Vaksin yang tersedia sekarang tetap bisa memberikan proteksi terhadap dampak buruk apapun akibat tertular virus Covid-19.
Pekan lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa mereka melacak keberadaan BA.2.86 karena terdapat 36 mutasi yang membedakannya dengan XBB.1.5.
Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa BA.2.86 menyebar lebih cepat atau menyebabkan infeksi yang lebih serius dibandingkan versi sebelumnya.
(Leonardus Selwyn)