ADA 5 nama desa unik di Kabupaten Sumedang yang menggelitik dan bikin geleng kepala. Daerah yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat ini tercatat memiliki 270 desa yang terbagi ke dalam 26 kecamatan dan 7 kelurahan.
Kabupaten yang berjarak 25 km dari Kota Bandung tersebtu rupanya memiliki sejumlah nama desa yang unik nan menggelitik. Pasalnya, nama-nama desa tersebut jarang ditemukan di tempat lain.
Melansir dari berbagai sumber, berikut 5 nama desa unik di Kabupaten Sumedang yang bikin geleng-geleng kepala;
1. Desa Sayang
Kecamatan Jatinangor tercatat memiliki 12 desa di mana salah satunya memiliki nama yang unik yakni Desa Sayang.
Melansir dari laman Sumedang Tandang, desa ini sudah ada sejak Kecamatan Jatinangor masih bernama Kecamatan Cikeruh atau sebelum adanya pemekaran wilayah.
(Foto: IG/@desa.sayang)
2. Desa Boros
Desa di Kabupaten Sumedang selanjutnya yang memiliki nama unik adalah Desa Boros yang berlokasi di Kecamatan Tanjungkerta.
Yang membuat desa ini unik adalah karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) boros memiliki arti orang yang berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang dan sebagainya.
Kendati demikian, rupanya nama desa tersebut bukan mengacu pada boros dalam Bahasa Indonesia melainkan boros dalam Bahasa Sunda yang berarti bakal.
3. Desa Baginda
Anda tentunya sudah tidak asing dengan kata Baginda. Kata ini dalam KBBI berarti gelar atau kata sapaan untuk raja (artinya yang berbahagia dan mulia). Namun di Kecamatan Sumedang Selatan kata tersebut dijadikan sebuah nama desa yakni Desa Baginda.
4. Desa Ungkal
Sekilas mungkin tidak ada yang menarik dari nama Desa Ungkal yang berlokasi di Kecamatan Conggeang, Sumedang.
Namun, jika mencari kata ungkal di KBBI maka Anda akan menemukan dua arti berbeda yang cukup menarik.
Kata ungkal yang pertama memiliki arti keras kepala atau tidak mau mendengar nasihat. Sedangkan arti kedua adalah alat yang digunakan untuk mengasah yang terbuat dari batu padas.
(Foto: Sumedang Tandang)
5. Desa Bongkok
Nama desa unik yang terakhir adalah Desa Bongkok di Kecamatan Sumedang Utara. Desa tersebut menggunakan kata bongkok yang jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti kondisi tubuh yang condong ke depan atau postur tubuh yang biasanya dimiliki oleh nenek-nenek.
(Rizka Diputra)