“Dalam penelitiannya Marionneau dan Nikkinen (2022) ada korelasi antara judi dan bunuh diri. Tapi ada banyak faktor lain yang menyebabkan bunuh diri selain karena judi. Dalam tiap kasus, harus diperhatikan. Karena ada perbedaan individual tadi,” lanjutnya.
Banyaknya dampak buruk yang akan dialami anak ketika bermain judi online ini membuat orangtua harus semakin memberikan edukasi serta pengawasan yang ketat agar mereka tidak coba-coba bermain judi online sekalipun.
“Tentunya (orangtua) memberikan edukasi, mengapa judi sebaiknya tidak dilakukan. Memberikan contoh dengan tidak berjudi,” kata Karina.
Namun jika anak telah mencoba judi online, Karina menyarankan para orangtua mencari aktivitas seru untuk anak.
“Kalau anak sudah berjudi, usahakan agar bisa berhenti. Caranya dengan memberikan alternatif kegiatan lain yang menarik untuk anak atau pembatasan yang disepakati dengan anak,” ucap Karina.
“Jika ada kesulitan untuk berhenti, bisa berkonsultasi dengan mental health professional seperti psikolog atau psikiater,” imbuhnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)