Menurutnya, LDCT dapat digunakan sebagai alat skrining utama dan sinar-X dada dapat didukung oleh kecerdasan buatan untuk perokok aktif dan perokok pasif dengan rentang usia 45-77 tahun. Selain itu, riwayat keluarga yang menderita kanker paru-paru, juga menjadikan kanker paru bisa lebih awal untuk ditemukan.
Uji klinis di Amerika Serikat dilakukan dengan melibatkan lebih dari 50.000 peserta. Berdasarkan penelitian, data menunjukkan adanya penurunan sebanyak 20 persen dalam kematian akibat kanker paru dengan skrining LDCT dibandingkan sinar-X dada.
(Leonardus Selwyn)