KEMENTERIAN kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah menggelar Konferensi Pers atas tindakan perundungan yang terjadi kepada dokter PPDS beberapa waktu lalu.
Menurut laporan yang ada, tercatat sebanyak 44 data laporan yang masuk atas tindak kasus bullying yang terjadi di lingkungan rumah sakit naungan Kementerian Kesehatan.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa tindakan kasus bullying tersebut diduga berasal dari salah satu dokter yang mengalami stress lantaran beban kerja yang meningkat. Alhasil beberapa pasien terkena imbas buruk terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dokter tersebut.
“Ada Tiktok mengenai di rumah sakit di Adam Malik, bahwa ada dokter yang memberikan pelayanan yang sangat buruk dan kasar kepada pasien. Setelah kita cek, ternyata yang bersangkutan adalah peserta didik dokter spesialis yang kemudian stres karena memang mendapatkan perlakuan dan juga jam kerja yang sangat jauh di luar normal," kata Budi Gunadi, dikutip dalam Konferensi Pers virtual, Kamis (17/8/2023).
“Sesudah itu kita lakukan diskusi dengan banyak dokter peserta pendidikan spesialis di banyak rumah sakit. Kesimpulannya mereka mendekati 100 persen menyampaikan hal yang sama," tuturnya.
Tidak hanya itu, bentuk perundungan yang dilakukan pun tidak hanya berupa permintaan biaya diluar kebutuhan pendidikan, pelayanan atau penelitian yang tidak seharusnya dilakukan oleh peserta didik, dan tugas-tugas lain termasuk adanya waktu jaga yang berlebihan di luar batas wajar saja.