POLUSI yang terjadi di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan berbagai penyakit.
Jika hal tersebut dibiarkan secara terus menerus, maka penyakit infeksi saluran akut seperti ISPA dalam bentuk radang tenggorokan, bronkitis, dll pun kian marak terjadi.
Terkait hal tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan tanggapannya terkait beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah dampak polusi udara.
1. Sebisa mungkin untuk dapat membatasi aktifitas fisik berat di daerah dimana polusi udara memang sedang mengalami peningkatan, misalnya di jalan macet dan lainnya.
Caranya dengan menahan diri untuk tidak keluar saat jam-jam sibuk yang kemungkinan membuat situasi jalan macet, maka setidaknya akan mengurangi terpaparnya polusi udara yang buruk. Namun, apabila kondisi tersebut tidak bisa tertahankan, gunakan masker saat keluar rumah karena dengan menggunakan masker akan membuat tubuh setidaknya terpapar polusi lebih sedikit.
2. Masyarakat yang mempunyai penyakit kronik pernapasan bisa dengan mengkonsumsi obat yang biasa diminum dengan anjuran dokter. Selain itu, jika keadaan terasa semakin memburuk disertai keluhan tambahan segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar tidak membuat keadaan semakin parah.
3. Dengan sedang adanya polutan di udara maka jangan tambah polusi lain untuk masuk ke dalam paru-paru dan saluran napas, salah satu contohnya dengan merokok.
Bahaya merokok tidak hanya terlihat pada perokok aktif, akan tetapi juga akan terasa kepada perokok pasif. Seseorang yang terkena asap rokok maka dirinya justru akan merasa dampak paling buruknya. Hal itu lantaran asap rokok yang ditimbulkan akan menempel pada fasilitas yang terpapar asap tersebut.
4. Kurangi aktifitas pembakaran sampah secara terbuka, agar udara di sekitar tidak semakin tercemar serta menimbulkan penambahan polusi yang ada.
Cobalah cara alternatif dengan mengolah sampah lebih bijak dengan memisahkan sampah yang masih bisa didaur ulang dengan membawanya ke tempat pembuangan sampah daur ulang.
(Leonardus Selwyn)