ALASAN utama terong harus dihindari saat hamil perlu diketahui para wanita, khususnya ibu hamil.
Dalam banyak kasus, pola makan ibu hamil dipengaruhi oleh kebiasaan, ucapan, tradisi, fakta makanan, dan budaya kuno.
Makanan tertentu biasanya dibagi menjadi tiga kategori. Makanan dingin, makanan panas, dan makanan asam yang dihindari selama kehamilan karena diyakini dapat memberikan efek negatif pada ibu dan bayi. Sementara itu, terong dikategorikan ke dalam makanan dingin.
Terong adalah salah satu sayuran yang paling terjangkau dan umum. Rasanya disukai orang banyak dan digunakan untuk membuat banyak makanan lezat. Anda bisa membuat makanan lezat dengan sayuran serbaguna ini menggunakan berbagai metode memasak.
Itu sarat dengan banyak fitonutrien bermanfaat seperti antioksidan, vitamin, flavonoid, dan mineral, menjadikannya tambahan yang sehat untuk diet Anda. Ini juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Ini dapat membantu meredakan insomnia, gas perut, kemacetan, mengelola malaria, dan bahkan membantu pencernaan.
Namun, terong paling sering dihindari dalam menu makanan ibu hamil.
Melansir Stylecraze, Rabu (9/8/2023), ada berbagai alasan ibu hamil menghindari makan terong. Beberapa alasan pentingnya adalah sebagai berikut:
• Terong mengandung fitohormon dalam jumlah besar yang dapat membantu mengobati sindrom pramenstruasi dan amenore. Terong pun bekerja sebagai diuretik, di mana dapat merangsang menstruasi bila dikonsumsi setiap hari yang bukan merupakan pilihan yang baik untuk wanita hamil. Ini adalah salah satu alasan utama untuk menghindari terong selama kehamilan. Namun, penelitian dalam hal ini terbatas.
• Terong atau brinjal diperkaya dengan khasiat pemicu menstruasi. Karena sifat ini, terong juga dapat menyebabkan aborsi.
• Terong juga menyebabkan masalah keasaman. Oleh karena itu, disarankan agar wanita menghindari makan terong selama kehamilan.
• Terong tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena kandungan nitratnya yang tinggi. Ion nitrat (NO3-) adalah bahan kimia yang terjadi secara alami di lingkungan. Dalam makanan, biasanya hadir sebagai nitrat (NO2-). Bila dikonsumsi oleh manusia, ion nitrat dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Ini terutama berlaku untuk bayi, wanita hamil, dan orang dengan kadar asam lambung rendah.
(Endang Oktaviyanti)