MENIKMATI kuliner tradisional dengan penyajian yang unik tentu menambah selera makan kita.
Di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat kuliner unik bertajuk garang asem yang dimasak dan disajikan di dalam bumbung bambu.
Selain untuk melestarikan masakan khas nusantara, proses mengukus di dalam bumbung bambu juga menambahkan cita rasa sedap masakan.
Apabila biasanya kuliner garang asem hanya disajikan menggunakan alas daun pisang, di restoran Kandang Ingkung yang berlokasi di Balecatur, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kita dapat menikmati masakan garang asem yang disajikan menggunakan bumbung bambu.
Garang asem bambu khas Yogya. (Foto: Galih)
Tidak hanya saat penyajia, proses memasak garang asem di resto ini pun juga menggunakan bambu yang telah dilubangi. Kemudian didalamnya diisi olahan garang asam penuh rempah yang dimasak di atas bara api.
Selain berisi daging ayam, juga terdapat belimbing sayur, daun kemangi, cabai hijau, dan rempah lainnya sehingga membuat kuah santan dari garam asem bambu ini kaya akan rasa.
Restoran yang menjual serba kuliner khas Jawa ini memilih menggunakan bambu untuk memasak olahan garang asem karena dipercaya dapat menambah cita rasa sedap masakan. Terlebih di masak diatas tungku bara api.
Disajikan saat masih hangat, semakin menambah nikmat apalagi dengan suasana resto yang sejuk dibawah rindang pepohonan pedesaan.
Selain itu, keunikan yang ditawarkan di restoran ini kita dapat menikmati ragam minuman tradisional hangat sepuasnya dan bayar seikhlasnya. Proses memasak minuman tradisionalnya juga masih menggunakan tungk.
Restoran yang buka setiap hari dari pukul delapan pagi hingga sembilan malam ini mematok harga minuman mulai empat ribu rupiah saja dan untuk harga makanan mulai sepuluh ribu rupiah saja.
Untuk menu garang asem dibanderol dengan harga Rp75 ribu, Anda mendapatkan setengah ekor daging ayam yangg cocok dinikmati tiga hingga empat oran.
(Simon Iqbal Pahlevi)