Polusi Udara Bisa Sebabkan Stunting, Begini Penjelasan IDI

Syifa Fauziah, Jurnalis
Rabu 09 Agustus 2023 08:00 WIB
Polusi udara bisa sebabkan stunting. (Foto: Freepik.com)
Share :

TINGKAT polusi di Tanah Air semakin memprihatinkan. Selain berbahaya bagi lingkungan, polusi udara juga berdampak negatif pada kesehatan, salah satunya stunting.

Sekadar informasi, salah satu penyebab stunting bukan hanya kekurangan gizi, melainkan karena polusi udara yang semakin meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI Prof DR Dr Agus Dwi Susanto, SpP(K).

Menurutnya dampak polusi tidak hanya menyebabkan gangguan kognitif dan tumbuh kembang anak, tapi juga stunting.

"Kalau kita lihat dampaknya terkait dengan polutan itu akan memberikan gangguan pada sistem sirkulasi, di mana sistem sirkulasi itu membawa oksigen. Ketika sistem sirkulasi terganggu, oksigen yang dibawa jadi lebih rendah," ujar Prof Agus dalam Media Briefing PB IDI: Potensi Penyakit Akibat Polusi Udara, Selasa (8/8/2023).

"Ketika oksigen jadi rendah anak kekurangan oksigen secara defisit minor maka dalam jangka panjang akibatnya pertumbuhannya jadi lebih lambat," tuturnya.

Rupanya kasus stunting karena polusi udara juga terjadi di beberapa negara. Di Bangladesh sendiri ada riset terhadap PM2,5 ternyata terjadi peningkatan 30 persen berat badan rendah dan stunting.

"Risiko stunting bagi anak yang terpapar polusi itu dua kali lipat lebih tinggi," katanya.

Prof Agus menjelaskan lebih lanjut hasil studi dari dampak polusi PM2.5 terhadap stunting dan berat badan lahir rendah.

Dari hasil studi itu disebutkan bahwa 13 persen risiko stunting anak-anak terjadi setiap peningkatan polusi udara ambien dan 90 persen risiko stunting pada anak-anak setiap peningkatan polusi udara dalam rumah.

"Dan setiap peningkatan PM2.5 menyebabkan 13 persen risiko berat badan lahir rendah hingga 51 gram," ujar Prof Agus.

Untuk meminimalisir paparan polusi udara di dalam ruangan, sebaiknya jaga kualitas udara dengan tidak merokok, tidak menyalakan lilin atau perapian.

"Penggunaan tanaman di dalam ruangan yang memiliki kemampuan menyerap udara. Atau menggunakan alat air purifier untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap baik," kata Prof Agus.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya