Lebih lanjut, kata dia, pemerintah paerah melalui dinas pariwisata sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti pengelola, TNI-Polri, BKSDA, Sarlinmas, Pol PP serta pihak-pihak lainnya untuk menangani persoalan tersebut.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, dalam penanganan kerusakan yang diakibatkan oleh fenomena alam ini perlu adanya penerapan konsep konservasi dan berkelanjutan.
Terlebih dengan perubahan iklim, di mana proses abrasi ini naiknya air ke permukaan laut yang mengakibatkan terkikisnya area daratan.
"Jangan sampai ini akan mengancam ekosistem di destinasi wisata tersebut. Apalagi sebuah destinasi yang sangat populer, seperti pantai maupun pulau-pulau yang kita meyakini sebagai kekuatan daripada daya tarik destinasi wisata kita," ujarnya dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta.
Untuk itu, Kemenparekraf kata Sandi, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta lintas kementerian lainnya. Agar perbaikan kerusakan akibat abrasi di Pantai Trisik ini bisa segera ditangani dan teratasi.
"Dan tidak menimbulkan kerugian. Terutama aspek mata pencaharian bagi masyarakat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.
(Rizka Diputra)