"Di situ aku panik, dan di situ aku juga baru dikasih lihat fotocopy isi gugatan cerainya yang enggak sesuai dengan apa yang sudah aku pengin, bahas sama pengacaranya," sambungnya.
Pada titik inilah, Inge langsung syok dan tidak bisa membendung emosinya, Inge Anugrah pun hanya bisa menangis. Bahkan perempuan lulusan S2 Australia itu merasa hari itu menjadi titik terendah dalam hidupnya. Ia tak tahu harus bagaimana dan hanya bisa terus menangis, sampai tak sadar air matanya berubah menjadi darah karena pembuluh darahnya pecah.
"Enggak tahu harus gimana, selain aku cuma bisa berdoa-berdoa terus sampai nangis-nangis. Itu ada sempat kayak mata aku berdarah gitu (karena) pembuluh darahnya pecah," pungkas Inge.
Namun pada akhirnya, Inge bisa sedikit bernapas lega karena berhasil mendapatkan pengacara di detik-detik terkahir menjelang sidang.
(Rizky Pradita Ananda)