3. Kumpul dengan Teman atau Keluarga
Berkumpul dengan teman atau keluarga juga bisa menghilangkan penat dan lelah usai kembali dari liburan. Kamu bisa melakukan banyak hal saat bersama orang lain, termasuk bercerita. Namun, tentunya kehadiran orang-orang yang dicintai di tengah kelelahan kembali beraktivitas bisa menjadi oase tersendiri.
Momen kebersamaan dengan orang-orang yang suportif memang bisa jadi sumber serotonin atau kebahagiaan. Jadi, jangan sungkan atau gengsi untuk mengjak teman untuk keluar duluan biar tak kesepian pasca liburan.
4. Buat Kebiasaan Sehat
Saat liburan, seringkali orang-orang akan berbuat jor-joran dengan gaya hidupnya. Mulai dari bergadang, makan seenak hati, jarang minum, konsumsi banyak gula, hingga tidak berolahraga. Akibatnya, usai liburan justru kebiasaan baik hilang.
Untuk itu, cobalah untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat. Pertama, atur ritme tidur dan berhenti bergadang jika kamu masih melakukannya. Lalu, konsumsi makanan sehat, perbanyak minum air putih, hindari gula dan garam berlebih. Jangan lupa untuk mulai berolahraga agar dopamine terdongkrak.
5. Temui Ahli
Jika sudah melakukan berbagai upaya untuk kembali bersemangat usai liburan tapi hasilnya nihil, kamu bisa menemui expert misalnya psikologis. Hal ini perlu dilakukan terutama jika kelelahan, bosan, hingga rasa malas telah mengganggu aktivitas harianmu dalam melakukan kewajiban.
Jangan ragu untuk meminta bantuan jika memang itu diperlukan. Tentunya, kamu tidak ingin jika liburan justru jadi awal bencana, bukan? Justru dengan menemui seorang ahli, kamu bisa terbantu menemukan solusi.
(Lisvi Padlilah)